Alasan Lukaku Sukses atau Gagal di MU | Taruhan Bola

livret-c.com – Geliat transfer Manchester United di musim panas ini condong lamban. Usai memperoleh Victor Lindelof dari Benfica, Man United membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk meresmikan transfer Romelu Lukaku dari Everton. Transfer ini juga tidak diduga yg terlebih dahulu disebabkan Sarana Eropa lebih menyoroti opera sabun Man United  striker Los Blancos (Real Madrid), Alvaro Morata.

Alasan Lukaku Sukses atau Gagal di MU | Taruhan Bola

Tepat sekian hari sebelum skuat Man United bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani tur pramusim, pembenaran transfer Lukaku nampak di harga £75 juta plus tambahan yang bisa menggapai  harga £90 juta. Transfer itu juga melibatkan Wayne Rooney yang kembali ke Everton sesudah 13 tahun lamanya.

Pro kontra perbincangan langsung mengiringi Datangnya Lukaku ke Old Trafford. Terlepas dari kebahagiaan fana fans Man United yang melihat timnya membajak incaran Chelsea, Lukaku bisa berhasil atau justru gagal  Setan Merah. Apa alasannya?

Kami dimulai dari faktor yang bisa menjadikan Lukaku Selayak flop alias pemain gagal Man United. Di usia 24 tahun, Lukaku memang sudah malang melintang  Club-Club Premier League dari Chelsea, West Bromwich Albion (WBA), hingga  paling akhir  Everton. Dalam kurun waktu tersebut, Lukaku mampu menjadi pendulang gol bagi timnya.

Akan tetapi efek gol Lukaku tak selamanya teruji pada waktu itu menjumpai tim besar layaknya Arsenal, Man United, Chelsea, dan Setan Merah atau Liverpool. pada waktu itu menjumpai tim yang semakin besar dari Everton, Lukaku tak ubahnya striker papan tengah yang tidak berdaya menjumpai lini pertahanan Club lawan.

itu baru lawan-lawannya di Premier League, bagaimana jika ruang lingkupnya semakin besar lagi, Liga Champions? Tak ada jaminan Lukaku bisa langsung jadi pembeda bagi Man United jika bertemu  tim sekaliber Los Blancos (Real Madrid), Barcelona, Juventus, atau Bayern Munich. Nah, masalah mental ini bisa menjadikannya pemain gagal bagi Man United jika Lukaku tidak mampu menanggulanginya.

  1. tetap Banyak Kelemahan

Kelemahan senantiasa dimiliki tiap footballer dunia dan hal tersebut sedianya dapat ditutupi  kelebihan. Tapi, jika kelemahan itu berada di ruang spesifik, tentu perihal tersebut bisa menjadi kerugian bagi timnya. Lukaku pun seperti itu.

Bomber asal Belgia ini sering dikecam disebabkan pergerakannya yang monoton, etos kerja yang jelek, dan jelek pada waktu itu melakukan pressing pada lawan waktu merajai bola. Parahnya lagi, ada video di Youtube yang menunjukkan peristiwa pada waktu itu Lukaku seringkali gagal mengontrol bola  bagus pada sentuhan awalannya, plus dia sering tidak sadar  eksistensi lawan yang berada di dekatnya, sehingga pada waktu itu mencari jalan mengoper bola pada rekan setim, bola justru direbut lawan dan menjadi peristiwa terjangan gempuran balik.

Jika Lukaku tak langsung membenahi segala kelemahan itu, percayalah, dia akan menjadi flop Man United selanjutnyanya sesudah Angel Di Maria, Memphis Depay, Morgan Schneiderlin, dan Radamel Falcao. kesangsian akan sosok Lukaku pun sudah dikatakan eks asisten pengasuh Man United di era Sir Alex Ferguson, Rene Meulensteen.

“Jangan salah menilai saya, Lukaku jelas telah melakukan musim-musim yang fantastis dan dia ialah pencetak gol ulung. Tapi di Club layaknya Manchester United, Anda butuh mental yang lebih kuat lagi. Apa yang diperlukannya untuk berkembang ialah permainannya pada waktu itu mengontrol bola, dari segi gabungan cepat  rekan setimnya.”

“disinilah kekurangannya, saya pikir, ini sesuatu yang tidak terlalu dibesarkan di Club layaknya Everton. Tapi Apa bila Anda bermain di level paling tinggi, ketetapan Anda kala mengontrol bola di pertahanan lawan harus sepenuhnya benar. Ya dia akan memberikan kemampuan dan kemampuan, tapi pada waktu itu Anda melihat para tukang serang yang dimiliki United dalam satu tahun  paling akhir, apakah ia cocok atau sepadan  mereka? Saya pikir tidak.”

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*