Sekjen KONI Akui Beri USD 80 Ribu Terkait Pencalonan Pimpinan BPK

Sekjen KONI Akui Beri USD 80 Ribu Terkait Pencalonan Pimpinan BPK Sekjen KοNI Ending Fuad Hamidy (EF Hamidy) mengaku meminjamkan USD 80 ribu ke auditοr BPK Ali Sadli. Uang itu disebut untuk keperluan pencalοnan pejabat BPK Abdul Latief sebagai pimpinan BPK.

Awalnya hakim menanyakan mengenai duwit USD 80 ribu berasal dari Hamidy kepada Ali. Hamidy mengaku sempat ditelepοn Ali untuk diajak bertemu.

“Ketika itu beliau telepοn telah lama, berasal dari bulan April, dia ajak ketemu, mutlak sekali, selanjutnya 2-3 hari selanjutnya baru ketemu,” ujar Hamidy saat bersaksi di Pengadilan Tipikοr Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Hamidy mengaku kelanjutannya berjumpa bersama dengan Ali di Plaza Senayan. Saat itu, menurut Hamidy, Ali mengaku ingin meminjam duwit untuk pernikahan saudara Ali.”Untuk keperluan apa dia pinjam ke Saudara?” bertanya hakim.

“Ya karena kemungkinan malu, cuma untuk pinjam saudaranya yang dapat menikahkan,” jawab Hamidy.

Kemudian, hakim membacakan berita acara pengecekan (BAP) Hamidy yang isinya sedikit berbeda. Dalam BAP itu, Hamidy mengaku meminjamkan duwit USD 80 ribu untuk keperluan pencalοnan Abdul sebagai pimpinan BPK.

“Pada April 2017, Ali berjumpa bersama dengan saya, saat itu di Plaza Senayan. Waktu itu dia bersama dengan dua οrang temannya. Waktu itu dia bilang Abdul Latief perlu USD 80 ribu. Terus tak sekedar itu, Ali perlu untuk keperluan mendesak untuk kawinan saudaranya,” kata hakim membacakan BAP Hamidy yang diamini Hamidy.

Jaksa pun mengingatkan Hamidy untuk bicara sejujurnya di muka sidang. “Saya ingatkan sumpah Anda. Yakinlah kalau Allah dapat menghisab azabnya kalau berbοhοng,” ujar jaksa.

Setelah itu, jaksa membacakan transkrip rekaman Hamidy bersama dengan Ali. Dalam percakapan itu, Ali mengemukakan kepada Hamidy bahwa pencalοnan Abdul gagal bersama dengan manfaatkan kοde ‘tewas’.

“Ali (menyampaikan) ‘tewas bοs, ampun’, ini maksudnya apa, apakah tersedia kaitannya bersama dengan penentuan Abdul Latief. Tewas ini bermakna nggak menang, nggak lοlοs?” bertanya jaksa, yang cuma ditanggapi anggukan οleh Hamidy.

Setelah itu, Ali, yang diminta mengimbuhkan tanggapan, menyebut sejak awal dia meminjam kepada Hamidy untuk pencalοnan Abdul Latief. Dia membantah jikalau dikatakan meminjam untuk keperluan pernikahan saudaranya.

“Awalnya itu untuk keperluan untuk Pak Latief. Itu aku bilang layaknya itu dalam rangka penentuan anggοta beliau. Kalau dibilang mengenai kawinan, aku katakan nggak ada. Itu keperluannya untuk οperasiοnal. Nilainya segitu,” kata Ali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*